Anemia pada Penderita Sakit Ginjal, Penyebab dan Cara Penanganannya

Anemia pada Penderita Sakit Ginjal

Anemia pada penderita sakit ginjal seringkali terjadi. Anemia atau kadar HB rendah dalam darah tidak bisa dianggap sepele begitu saja, terutama pada penderita sakit ginjal. Hal ini dikarenakan anemia dapat berdampak buruk terhadap pasien sakit ginjal.

Dengan kondisi tersebut akan semakin memperburuk kondisi pasien, menurunkan kualitas hidup, serta fungsi fisik pasien.

Selain itu, anemia juga dapat meningkatkan frekuensi transfusi darah serta rawat inap pada pasien. Parahnya lagi, terjadinya anemia pada sakit ginjal akan dapat meningkatkan resiko kecacatan bahkan kematian.

Anemia pada Penderita Sakit Ginjal

Anemia merupakan salah satu kondisi saat tubuh mengalami kekurangan sel darah merah yang sehat. Kondisi ini dapat terjadi karena fungsi ginjal mengalami gangguan.

Ginjal yang tidak dapat bekerja dengan baik akan membuat sel-sel darah merah yang tersaring masih menyisakan zat-zat racun atau sampah. Maka organ tubuh yang mendapatkan aliran darah tidak sehat akan turut terganggu.

Ginjal yang mengalami gangguan akan menyebabkan anemia. Di sini, ginjal tidak cukup memproduksi EPO sehingga menyebabkan sumsum tulang belakang lebih sedikit dalam menghasilkan darah merah.

Jika anemia pada penderita sakit ginjal tidak segera diatasi, justru akan menyebabkan komplikasi pada organ jantung. Lalu jenis penyakit lain akibat seringnya transfusi darah.

Hubungan Antara Sakit Ginjal dengan Anemia

Anemia dapat muncul pada gejala sakit ginjal stadium awal. Hal ini akan semakin memburuk dengan seiring perkembangan penyakit. Perlu anda ketahui, penyakit ginjal kronik stadium akhir akan memerlukan terapi yang berupa cuci darah atau hemodialisa.

Ginjal manusia bertugas menghasilkan hormon penting yang disebut dengan eritropietin atau EPO. Hormon ini memiliki fungsi untuk merangsang sumsum tulang belakang dalam membentuk sel darah merah.

Oleh karena itu, anemia pada penderita sakit ginjal seringkali terjadi apabila fungsi ginjal terganggu. Dalam kondisi ini, ginjal tidak dapat memproduksi cukup EPO serta sumsum tulang belakang tidak dapat memproduksi sel darah merah secara lebih optimal.

Semakin buruk terganggunya fungsi ginjal, maka semakin sedikit jumlah EPO yang akan diproduksi. Dengan berjalannya waktu, akan terjadi penurunan sel darah merah dan terjadilah anemia.

Cara Mengatasi Anemia pada Pasien Sakit Ginjal

Anemia pada penderita sakit ginjal jika tidak ditangani dengan segera, dapat mengakibatkan komplikasi. Terutama pada organ jantung. Selain itu, dapat terjadi pula penyakit tambahan lain yang dapat terjadi di dalam tubuh.

Untuk mencegah semakin parahnya kondisi anemia penderita sakit ginjal, maka perlu dilakukan pemeriksaan darah seperti HB secara rutin minimal sebulan sekali.

Lalu melakukan pemeriksaan kandungan zat besi dalam setiap tiga bulan sekali. Zat besi merupakan salah satu komponen utama dalam proses pembentukan hemoglobin. Hemoglobin adalah bagian dari sel darah merah yang diperlukan tubuh.

Hasil pemeriksaan darah yang lengkap dapat memberikan informasi mengenai berapa jumlah zat besi yang tersimpan serta jumlah ferritin yang tersedia. Ferritin memiliki fungsi untuk menunjukkan penyebab dari anemia tersebut.

Apabila zat besi normal, maka jumlah hormon EPO yang diperlukan melalui suntikan dapat disesuaikan dengan berat badan pasien serta target HB yang akan dicapai.

Tujuan penanganan anemia pada penderita sakit ginjal adalah untuk meningkatkan kadar hemoglobin hingga minimal 11 g/DL. Pada saat hemoglobin pada tubuh anda mendekati atau melebihi kadar tersebut, maka anda akan menyadari bahwa anda lebih berenergi serta tidak merasa mudah letih.

shares