Gagal di Piala Presiden, Semen Padang Siap Bersaing di Klasemen Liga 1 Indonesia 2019

Gagal di Piala Presiden, Semen Padang Siap Bersaing di Klasemen Liga 1 Indonesia 2019

Kini setelah gagal melaju ke babak 8 besar Piala Presiden 2019; Semen Padang melakukan evaluasi dengan hasil berupa kebutuhan akan pemain baru dengan kualitas yang lebih baik agar bisa bersaing di klasemen liga 1 indonesia 2019 nanti.

Semen Padang menjadi salah satu tim yang memperoleh promosi ke Liga 1 Indonesia 2019 mendatang. Klub asal pulau Sumatera tersebut kini tengah mempersiapkan diri jelang digulirkannya Liga 1 setelah tersingkir dari ajang Piala Presiden 2019. Semen Padang hanya mampu mengakhiri turnamen tersebut di peringkat ketiga Grup B sehingga tidak lolos ke babak 8 besar. Sama seperti kebanyakan klub lain; Semen Padang menjadikan ajang Piala Presiden 2019 sebagai pemanasan dan evaluasi persiapan liga. Hasil yang kurang memuaskan pada Piala Presiden dijadikan bahan evaluasi terkait kebijakan merekrut pemain baru.

Setelah merekrut pemain baru, Semen Padang siap bersaing di Liga Indonesia

Menjalani Liga 1 2019 dengan sukses lebih menjadi perhatian Semen Padang dibandingkan dengan sukses di turnamen Piala Presiden 2019. Target untuk bertahan di Liga 1 setidaknya menempati papan tengah klasemen liga 1 Indonesia 2019 sepertinya menjadi target yang realistis. Tim yang baru saja promosi selalu memiliki tantangan lebih untuk bersaing di Liga 1 karena persaingan yang makin ketat. Kebutuhan pemain dengan kualitas yang lebih baik serta kedalaman skuad dengan memiliki pemain pelapis dengan kualitas baik menjadi hal penting bagi setiap klub. Semen Padang telah melakukan perombakan pemain dari skuad yang sebelumnya menjadi tulang punggung di kompetisi Liga 2 musim lalu.

Pelatih Semen Padang Syafrianto Rusli menuturkan bahwa dirinya menilai tim Semen Padang saat ini masih kekurangan pemain. Pihak manajemen klub Semen Padang sebelumnya telah mengumumkan nama 21 orang pemain yang telah dikontrak untuk menjalani turnamen Piala Presiden 2019. Langkah tersebut merupakan bagian dari persiapan menjalani kompetisi Liga 1 2019 mendatang. Sebanyak 17 pemain yang dikontrak merupakan pemain yang telah memperkuat Semen Padang di kompetisi Liga 2 musim lalu. Kini setelah gagal melaju ke babak 8 besar Piala Presiden 2019; Semen Padang melakukan evaluasi dengan hasil berupa kebutuhan akan pemain baru dengan kualitas yang lebih baik agar bisa bersaing di klasemen liga 1 indonesia 2019 nanti.

Untuk memenuhi kebutuhan tersebut; Syafrianto mengatakan bahwa Semen Padang akan fokus pada upaya merekrut pemain lokal baru sebelum Liga 1 digulirkan pada bulan Mei nanti. Setidaknya akan ada dua pemain lokal yang akan direkrut untuk menempati posisi gelandang dan stopper. Pemain lokal berpengalaman pada dua posisi tersebut menjadi target perekrutan pemain yang akan segera dilakukan. Seorang gelandang berpengalaman diharapkan Syafrianto bisa menjadi mentor bagi Manda, Rosad dan Fridolin. Ketiga gelandang muda tersebut bisa menjadi tumpuan Semen Padang hingga beberapa musim ke depan jika mampu berkembang.

Selain pemain lokal, Semen Padang juga berencana merekrut pemain asing

Selain rencana merekrut dua pemain lokal untuk posisi gelandang dan stopper; Semen Padang juga berencana untuk merekrut satu pemain asing di posisi penyerang. Syafrianto mengatakan sudah ada beberapa pemain asing yang melakukan uji coba; tetapi keputusan untuk perekrutan masih belum dibuat. Menghindari posisi di papan bawah klasemen liga 1 indonesia 2019 tidak hanya membutuhkan strategi yang baik; tetapi harus diawali dengan perekrutan pemain yang jeli. Saat ini Semen Padang telah melakukan perekrutan pemain baru dengan mendatangkan Syaiful Indra Cahya, Teja Paku Alam, Roni Rosadi, Muhammad Rifqi, Boas Artururi dan Dedi Hartono. Sedangkan tiga orang pemain asing kini telah berstatus sebagai pemain Semen Padang. Ketiga pemain asing tersebut adalah Barcia, Juffo dan Shukurali Pulatov.

Salah satu pemain asing yang baru saja menjalani trial bersama Semen Padang adalah Karl Max Barthelemy. Penyerang asal Chad tersebut sempat menunjukkan performa bagus saat menjalani uji coba melawan Timnas U-23 pada tanggal 12 Maret lalu. Penyerang yang biasa dipanggil Danny tersebut sukses mencetak 2 gol ke gawang Timnas U-23 pada pertandingan yang berakhir imbang dengan skor 2 – 2 tersebut. Ia diproyeksikan menggantikan posisi Zitte dan Koskor yang batal direkrut. Danny sebelumnya bermain di Liga Super Malaysia bersama klub PKNP. Sosok Danny sebenarnya bukan sosok baru karena sempat menjalani trial pada awal Liga 1 2018 lalu di klub Madura United. Tetapi Gomes yang waktu itu menjabat pelatih Madura United memutuskan untuk tidak merekrutnya. Penyerang yang tangguh dan mampu berduel bola – bola atas bisa menjadi nilai lebih bagi tim manapun yang bersaing di klasemen liga 1 indonesia 2019 mendatang.

shares