Indikasi Anoreksia dan Faktor yang Kerap Memicunya  

Indikasi Anoreksia dan Faktor yang Kerap Memicunya  

Keinginan untuk memiliki berat badan yang ideal harus diiringi dengan usaha yang wajar. Apabila Anda melakukan pembatasan asupan makanan di atas ambang wajar, maka akan memicu Anoreksia. Kebanyakan, tidak hanya orang dengan badan gemuk saja yang menderita Anoreksia tetapi orang dengan berat badan normal. Bahkan, mereka cenderung tidak menyadari telah mengalami gejala Anoreksia.

Indikasi Seseorang Mengidap Anoreksia

  • Terobsesi menurunkan berat badan

Seseorang yang menderita Anoreksia sangat takut mengalami kenaikan berat badan sehingga dia berusaha keras untuk mencegahnya. Sayangnya, pencegahan yang dilakukan sangat berlebihan seperti membatasi makan secara ekstrim, berolahraga tanpa terkendali, dan mengonsumsi obat-obatan pencahar atau penurun berat badan. Sebenarnya mereka masih mampu mengendalikan hanya saja terlanjur dikalahkan oleh rasa takut.

  • Kerontokan rambut yang parah

Tidak jarang, penderita Anoreksia mengalami stres yang berlebihan karena harus berusaha keras agar tidak gemuk walaupun pada kenyataannya berat badan penderita masih dalam batas normal. Tekanan untuk tampil sempurna dan ideal sesuai yang diinginkan menjadikan tingkat stres bertambah sehingga menimbulkan kerontokan rambut dengan jumlah helai yang melebihi batas normal 100 helai.

  • Siklus menstruasi selalu terganggu

Gangguan pada siklus menstruasi memang kerap dialami oleh para wanita, namun akan berbeda apabila dialami oleh penderita Anoreksia. Frekuensi terganggunya menstruasi sangat tinggi, bahkan dapat berlanjut secara terus menerus. Pada suatu waktu penderita dapat mengalami pendarahan, namun pada waktu lain sama sekali tidak menstruasi. Perbedaan rentang waktunya pun sangat signifikan.

Faktor yang Menyebabkan Anoreksia

  • Faktor psikologis

Seseorang yang menderita Anoreksia umumnya merasa terobsesi dengan tubuh yang kurus karena menurut mereka itulah bentuk yang ideal. Mereka selalu memiliki pola pikir bahwa memiliki tubuh yang tidak gemuk jauh lebih baik. Mereka juga biasanya memiliki sifat perfeksionis sehingga selalu merasa tidak puas bahkan ketika berat badan sudah di bawah batas normal.

  • Faktor lingkungan

Tidak hanya faktor psikologis, lingkungan juga menjadi faktor penyebab. Penderita biasanya mendapatkan tekanan dar luar agar selalu tampil dengan tubuh langsing dan sempurna. Oleh sebab itu, mereka berusaha dengan keras mempertahankan. Tekanan dalam kehidupan tersebut dapat membuat mereka cemas, stres, dan rendah diri sehingga berpengaruh kuat pada Anoreksia.

  • Faktor biologis

Anoreksia juga dapat muncul akibat dari perubahan hormon yang terjadi secara abnormal sehingga mempengaruhi pola pikir, emosi, dan nafsu makan. Oleh sebab itu, para penderita mengalami gangguan makan karena pikirannya selalu terarah pada ketakutan akan kelebihan berat badan. Kondisi emosinya pun kadang tidak stabil. Selain itu, Anoreksia juga dapat terjadi karena faktor genetik.

Anoreksia dapat diobati, hanya saja penderita kerap tidak mengakui bahwa dirinya menderita Anoreksia sehingga akan mempersulit proses pengobatan. Padahal penderita sangat membutuhkan proses terapi yang komprehensif dan cukup lama untuk kembali menumbuhkan rasa percaya diri, dan pola pikir yang lebih baik mengenai bagaimana seharusnya menerapkan gaya hidup yang sehat.

shares