Pada zaman sekarang, sebagian besar masyarakat telah memiliki alat elektronik semacam televisi dan radio. Kedua elektronik tersebut selain termasuk dalam 16 subsektor ekonomi kreatif, juga dianggap bisa menunjang subsektor ekonomi kreatif lainnya. Bagaimana penjelasannya? Simak ulasan lengkapnya mengenai subsektor ekonomi kreatif televisi daan radio di bawah ini.

Mengapa Televisi Dan Radio Bisa Menunjang Perkembangan Subsektor Ekonomi Kreatif?

Seperti telah diungkapkan di atas, industri televisi dan radio telah banyak masyarakat yang bisa menjangkaunya. Televisi dan radio yang merupakan salah satu dari 16 subsektor ekonomi kreatif, dapat dijabarkan lagi secara terpisah. Simak penjelasan lebih lanjutnya seperti di bawah ini:

  • Televisi 

Mencakup kreativitas yang meliputi proses pengemasan gagasan dan informasi yang berkualitas kepada penontonnya. Penayangannya dilakukan dalam format audio dan visual yang dikemas secara teratur dan berkesinambungan.

  • Radio 

Dulunya radio dirancang sebagai alat komunikasi yang digunakan untuk memfasilitasi kebutuhan pemerintah dalam menyebarkan informasi secara serentak. Namun, sekarang radio tidak hanya digunakan oleh pemerintah saja, khalayak umum juga bisa menggunakannya.

Komponen Ekosistem Subsektor Televisi dan Radio

Agar dapat memahami industri kreatif televisi dan radio, maka perlu dilakukan pemetaan ekosistem dari subsektor televisi dan radio terhadap kondisi yang diharapkan akan terjadi. Namun. Kondisi tersebut harus dibandingkan dengan kondisi yang sedang terjadi pada saat ini. Mengapa demikian?

Sebab, pemahaman antara kondisi yang diharapkan akan terjadi dengan kondisi yang sedang terjadi dapat memberikan gambaran terhadap bagian mana yang harus dikembangkan dan bisa mengetahui potensi. Untuk selanjutnya akan terbentuk ekosistem subsektor televisi dan radio. Ekosistem tersebut merupakan sebuah sistem yang saling berkesinambungan.

Ekosistem tersebut dapat digambarkan dalam empat komponen utama, yaitu:

1. Rantai Nilai Kreatif

Merupakan rangkaian proses penciptaan nilai kreatif yang meliputi transaksi sosial, budaya, dan ekonomi terjadi di dalamnya. Prosesnya terdiri atas aktivitas utama, aktivitas pendukung, dan peran utama yang terkait dengan setiap proses yang terjadi. Pada subsektor televisi dan radio, prosesnya adalah kreasi, produksi, distribusi, dan komersialisasi.

2. Lingkungan Pengembangan 

merupakan lingkungan yang dapat menggerakkan dan meningkatkan kualitas proses penciptaan nilai kreatif dari sebuah konten yang diciptakan. Lingkungan pengembangan terdiri atas pendidikan dan apresiasi.

3. Pasar

Pasar yang dimaksud dalam industri televisi dan radio ini yaitu konsumen, pelanggan, dan khalayak. Konsumen merupakan orang yang membeli karya kreatif dari industri televisi maupun radio. Pelanggan ialah pihak yang menggunakan jasa dari industri televisi dan radio untuk keperluan bisnisnya.

Sedangkan khalayak sebagai pihak yang menyaksikan karya kreatif dari industri televisi maupun radio. Khalayak dibedakan menjadi dua, yaitu khalayak umum dan khalayak khusus. Khalayak umum hanya menikmati konten acara dengan pendekatan inderawi saja. Sedangkan khalayak khusus berbekal pengetahuan.

4. Pengarsipan 

Sebuah karya kreatif perlu dilakukan pengarsipan. Tujuannya dari pengarsipan tersebut supaya dapat diakses dan dimanfaatkan oleh seluruh komponen yang terlibat di dalam ekosistem televisi dan radio. Proses pengarsipan pada umumnya dilakukan melalui tahapan-tahapan. Tahapan pengarsipan meliputi pengumpulan, restorasi, penyimpanan, dan preservasi.

Peranan ekonomi kreatif bagi Indonesia sudah seharusnya dianalisis secara kuantitatif sebagai indikator yang nyata. Hal ini dilakukan untuk memberikan gambaran riil terkait adanya ekonomi kreatif. Jadi, bisa terlihat gambaran apakah mampu memberikan manfaat dan mempunyai potensi untuk berkontribusi memajukan Indonesia.

Bentuk nyata kontribusi ini dapat diukur dari nilai ekonomi yang dihasilkan oleh seluruh subsektor pada ekonomi kreatif, juga termasuk televisi dan radio. Terciptanya penayangan program televisi dan radio Indonesia yang berkualitas serta berdaya saing secara berkelanjutan sebagai landasan yang kuat untuk membangun ekonomi kreatif.

Kontribusi ekonomi industri televisi dan radio dapat meliputi nilai tambah bruto, ketenagakerjaan, aktivitas perusahaan, konsumsi rumah tangga, dan nilai ekspor. Perhitungan dari komponen-komponen tersebut bisa dirinci menjadi data yang saling terkait satu sama lain. Sehingga, dengan begitu dari kontribusi tersebut bisa menunjukkan perkembangan ekonomi dalam suatu negara.

Diketahui betapa pentingnya peran televisi dan radio dalam mendukung perkembangan 16 subsektor ekonomi kreatif. Dimana peran dari industri televisi dan radio tersebut berhubungan dengan bidang-bidang lainnya dalam subsektor ekonomi kreatif. Bisa dikatakan di antara semuanya tidak ada yang bisa berdiri sendiri.