Panduan Jadwal Imunisasi Bayi dan Balita

Panduan Jadwal Imunisasi Bayi

Agar anak tak mudah terserang penyakit, diperlukan imunisasi. Dengan imunisasi, sistem kekebalan tubuh anak menjadi lebih kuat. Meski para orang tua sudah tahu betapa pentingnya imunisasi, namun banyak dari mereka yang tidak tahu jadwalnya. Padahal, jadwal imunisasi bayi sangat penting agar tidak terlambat dalam memberikan vaksin kepada anak. Di sini, kami akan memberikan jadwal dan urutan imunisasi sehingga kalian tak perlu bingung lagi dan memastikan anak mendapatkan vaksin sesuai jadwal yang tepat.

Urutan Imunisasi Dasar untuk Bayi

Jadwal imunisasi anak bayi dimulai dari setelah lahir. Pertama adalah pemberian vaksin hepatitis B yang diberikan sekitar 6 hingga 12 jam setelah bayi lahir. Beberapa hari setelah lahir, bayi juga harus mendapatkan vaksin lagi. Sebelum dibawa pulang, vaksin polio akan disuntikkan. Ini adalah pemberian vaksin polio untuk pertama kalinya.

Pada usia 1 bulan, imunisasi harus dilakukan lagi. Di usia ini, vaksin BCG yang akan diberikan. Imunisasi selanjutnya dilakukan di usia 2 hingga 4 bulan. Di usia tersebut, pastikan bayi mendapatkan kombinasi beberapa vaksin yang meliputi pentabio dan ditambah vaksin polio. Pentabio meliputi beberapa vaksin yakni vaksin HiB, hepatitis rekombinan, pertussis, tetanus dan diferti.

Untuk usia 3 bulan, vaksin pentabio dan polio juga dilakukan lagi. Begitu juga dengan bayi usia 4 bulan, vaksin pentabio ke 3 dan vaksin polio ke 3 wajib diberikan ke anak bayi. Selanjutnya adalah imunisasi bayi di usia 9 bulan. Di usia ini, bayi harus diberikan vaksin campak untuk pertama kalinya.

Di usia ke 18 bulan, orang tua wajib memberikan anaknya vaksin pentabio ke 4. Jadwal imunisasi bayi selanjutnya adalah ketika bayi sudah berumur 2 tahun, yaitu pemberian vaksin campak untuk yang kedua kalinya.

Ketika anak sudah memasuki usia sekolah dasar, beberapa imunisasi juga harus dilakukan. Anak kelas 1 SD harus mendapatkan vaksin difteri, pertussis & tetanus (DPT). Setelah kelas 2 SD, anak harus diberikan suntikan vaksin Difteri & Tetanus (DT). Terakhir, imunisasi dilakukan di usia remaja yakni sekitar usia 10 hingga 18 tahun. Vaksin DT adalah vaksin yang harus diberikan di rentang usia ini.

Kenapa jadwal imunisasi untuk bayi harus diulang-ulang? Hal ini dilakukan supaya zat anti penyakit yang masuk ke bayi tetap tinggi seiring pertumbuhan bayi. Yang pertama adalah untuk membentuk memori di sel berkaitan dengan imunitas sedangkan yang kedua adalah untuk meningkatkan zat anti penyakit. Semakin tinggi kadarnya, semakin bagus kekebalan tubuh anak dan semakin kecil pula resiko terkena penyakit.

Meski sudah mengetahui jadwalnya, kadang orang tua lupa atau ada faktor lain sehingga jadwal imunisasi wajib terlewatkan. Jika ini terjadi, imunisasi masih bisa dilakukan sesuai urutannya. Untuk itu, hubungi dokter untuk mendapatkan jadwalnya. Bedanya terdapat pada pemberian vaksinnya. Untuk anak di bawah 2 tahun, masih bisa diberikan vaksin DPT.

Meski melewatkan jadwal imunisasi masih bisa ditolerir, namun perlu dicatat bahwa melewatkan jadwal imunisasi bayi tidak boleh sampai melewati 6 tahun. Jika ini terjadi, vaksin yang masih bisa diberikan hanyalah vaksin Difteri & Tetanus (DT) saja. Karena vaksin lain sudah tidak bisa diberikan, maka resiko terserang penyakit bisa lebih tinggi. Untuk itu, jika memang jadwal imunisasi terlewatkan, yang harus dilakukan orang tua adalah sesegera mungkin mengejar keterlambatannya.

shares